Membangun Masjid Muhammadiyah

Membangun Masjid Muhammadiyah

Oleh: As’ad Bukhari, S.Sos., M.A. (Analis Intelektual Muhammadiyah Islam Berkemajuan)

PWMJATENG.COM – Amal usaha Muhammadiyah yang paling mendasar adalah membangun musholla, surau, langgar, atau masjid. Masjid sebagai baitullah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan dakwah Islamiyah. Sebelum memulai amal usaha lainnya, mendirikan rumah Allah biasanya menjadi langkah pertama untuk memudahkan pembangunan berikutnya. Siapapun yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya dengan cara yang tidak terduga. Hal ini memotivasi kita untuk terus berada di jalan dakwah, mengisi peran sesuai kemampuan masing-masing.

Syiar dakwah Muhammadiyah melalui masjid dan amal usahanya merupakan bentuk amal saleh yang bermanfaat bagi umat. Segala kegiatan di area masjid menciptakan nuansa religius yang penting dalam menerangi dunia yang semakin materialistis, menghidupkan kembali spiritualitas dan intelektualitas sejati. Evaluasi diri dan introspeksi adalah langkah awal sebelum menilai orang lain, dan membangun baitullah adalah cara kaum muslimin menjaga peradaban Islam. Masjid Muhammadiyah berperan dalam mewujudkan Islam berkemajuan di Nusantara. Agama dan dakwah adalah kebutuhan dasar yang harus terus dijaga dari generasi ke generasi.

Membangun Masjid Muhammadiyah adalah upaya mendakwahkan Islam berkemajuan agar umat senantiasa mendapatkan rahmat. Meskipun di tingkat pimpinan pusat dan wilayah pembangunan masjid sudah cukup baik, di tingkat pimpinan daerah, cabang, dan ranting masih banyak yang belum memiliki masjid atau musholla Muhammadiyah. Hal ini disebabkan oleh kondisi dakwah Muhammadiyah yang masih merintis dan berkembang. Idealnya, satu masjid Muhammadiyah ada di setiap PRM atau PCM. Dengan adanya masjid Muhammadiyah, diharapkan amal usaha Muhammadiyah akan semakin berkembang dan dikelola oleh kader Muhammadiyah yang tepat.

Baca juga, Muhammadiyah Pelopor Salat Id di Tanah Lapang: Sejarah dan Perkembangannya

Membangun masjid Muhammadiyah adalah kewajiban yang harus diusahakan oleh PDM, PCM, hingga PRM. Ini merupakan bekal untuk membangun istana di akhirat kelak, karena termasuk dalam menolong agama Allah. Upaya pembangunan masjid Muhammadiyah memerlukan berbagai strategi demi terwujudnya rumah Allah yang representatif.

Warga Muhammadiyah di PDM, PCM, dan PRM perlu mengupayakan pembangunan masjid Muhammadiyah sesuai kemampuan dan lingkungan masing-masing. Berdonasi, berwakaf, bersedekah, dan berinfak untuk membangun masjid Muhammadiyah adalah amal kebaikan yang menciptakan lingkungan harmonis, humanis, dan agamis. Ini adalah bukti sejarah yang tercatat dalam kebaikan, menuju kebermanfaatan umat. Masjid Muhammadiyah menjadi pusat kegiatan seperti ibadah shalat, pengajian, forum belajar, pengkaderan, rapat usaha, dan aktivitas dakwah lainnya.

Harapannya, masjid Muhammadiyah yang terbangun memiliki sistem manajemen dakwah dan masjid yang baik, berbasis ilmu agama dan ilmu dunia yang seimbang antara imtaq dan iptek. Penting juga untuk merawat jamaah masjid Muhammadiyah dengan baik, serta memetakan jamaah dari berbagai aspek sebagai bagian dari manajemen, bukan diskriminasi. Membangun masjid Muhammadiyah secara berjamaah dan gotong royong akan menjadi saksi sejarah amal dari generasi ke generasi. Semoga semakin banyak yang mampu membangun masjid Muhammadiyah, idealnya satu masjid untuk setiap PCM/PRM sebagai langkah awal dalam mensyiarkan dakwah Islam berkemajuan menuju insan ulil albab.

Editor : M Taufiq Ulinuha

The post Membangun Masjid Muhammadiyah appeared first on Muhammadiyah Jateng.

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *