Takhayul dan Khurafat: Meninggalkan Keyakinan yang Menyimpang

Dalam kamus Mu’jam al-Wasith, kata “takhayyul” bermakna membayangkan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sombong dan kagum pada dirinya sendiri, disebut “mukhtal” atau “dzul khuyala’”, karena mereka membayangkan diri mereka hebat dan tak tertandingi (Lisan al-‘Arab, 11/226). Semua keterangan dusta, berawal dari khayalan manusia tanpa bukti nyata, tidak sesuai kenyataan, dan tidak didukung […]

The post Takhayul dan Khurafat: Meninggalkan Keyakinan yang Menyimpang appeared first on Muhammadiyah.

   

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *